Apes Parah! Pedagang Atribut Kampanye Pasar Senen Susah Laku

Jakarta, CNBC Indonesia¬†– Musim kampanye sudah datang namun pedagang kaos di Pasar Senen tidak mendapat ‘kue’ besar. Sejumlah pedagang mengaku bahwa jumlah orderan saat ini jauh di bawah penyelenggaraan pemilu sebelumnya.

“Sekarang sepi, paling yang baru masuk beberapa aja, paling 2 lusin ini 24 pcs dari 1 caleg, ini yang saya sablon. Tapi ada juga yang 100. Gak kelihatan di tahun ini,” kata pemilik toko Vini Vidi Vici di lantai dasar Blok III Pasar Senen Boy Jambak, Kamis (11/1/2024).

Pantauan CNBC Indonesia di Pasar Senen Blok III yang menjadi tempat jual beli kaos serta pernak-pernik kampanye, tidak banyak pembeli yang berlalu lalang. Kebanyakan hanya pekerja dan pemilik toko.

“Liat aja yang datang juga gak banyak. Kebanyakan orang jualan aja,” kata Boy yang sudah berjualan sejak 2008 di Pasar Senen.

Sebelum adanya renovasi, kondisinya lebih banyak pembeli. Pedagang lain yang sudah berjualan di pasar ini sejak 1998 juga menyebut saat ini lebih sepi dibandingkan Pemilu 5 tahun lalu. Salah satu alasannya karena caleg enggan untuk jor-joran lagi saat ini.

Penjual atribut kampanye di Pasar Senen. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

“Makanya yang pesan baju dikit, lebih banyak yang cetak kartu nama aja paling Rp 1.000/pcs, biayanya lebih rendah. Caleg juga ngga mau jor-joran kalau sekarang keliatannya,” kata Anto, Pemilik Toko Riri yang berlokasi persis di samping eskalator lantai dasar Pasar Senen Blok III kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/1/2024).

Namun, Anto masih bisa bernafas lega karena Ia sudah memiliki langganan yang sudah pernah memesan orderan kepadanya sebelum Pemilu 2024 ini. Sebagian pembeli yang datang memang langganan dari pemilu sebelumnya.

“Ada Caleg dari Gorontalo pesan langsung ke saya, dia gak pake ajudan-ajudan, timnya Prabowo-Gibran bikin lumayan 10.000 pcs, sebelumnya udah pernah jadi kirim desain langsung saya cetak,” kata Anto. https://menghadapimu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*