Terungkap! 1,5 Juta Produsen Tahu Tempe RI Siap Menangkan Capres Ini

Jakarta, CNBC Indonesia РSebanyak 1,5 juta produsen tahu tempe di Indonesia sepakat satu suara akan mendukung bakal calon presiden 2024 yang berpihak kepada rakyat kecil khususnya UMKM, calon pemimpin yang mampu menstabilkan harga serta memastikan ketersediaan kedelai, pemimpin yang membina rakyat dengan program-program konkrit, dan tidak hanya omong kosong saja.

“Pertama, kami intinya itu siapapun yang terpilih menjadi presiden, kita akan pilih presiden yang berpihak kepada yang kecil-kecil, rakyat kecil, khususnya UMKM,” kata Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/1/2024).

Aip menjelaskan, para pengrajin tahu tempe rerata pada umumnya belanja kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu tempe itu setiap hari. Maka, apabila kenaikan harga terjadi secara cepat para pengrajin tahu tempe mengaku bingung dan kesulitan.

“Karena kami ini pengrajin tahu tempe itu rata-rata pada umumnya itu belanja kedelai itu harian, jadi hari ini beli, besok beli, terus baru dibikin tempe atau dibikin tahu. Malahan kalau tempe itu hari ini dibeli, terus dibikin 3 hari kemudian, setelah 3 hari baru jadi (tempenya) pas hari ke-4,” terangnya.

Sehingga, jika harga beli kedelai di hari ini dengan hari esoknya berbeda, itu akan membuat para pengrajin bingung untuk menjual hasil olahan kedelai tersebut di harga berapa. Karena kalau harganya naik, para pengrajin tahu tempe akan mendapat protes dari para pedagang.

Perajin membuat tempe di industri rumahan skala kecil di Jalan Wahid, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa, (15/2/2022). Kenaikan biaya bahan baku utama itu dilaporkan jadi penyebab berhentinya produksi sejumlah industri rumahan tempe dan tahu (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki

“Kalau beli sekarang misalnya Rp10.000 (per kg) besoknya harganya Rp10.200, besoknya lagi Rp10.300 itu membuat kami bingung. Kenapa? Karena hari pertama ini kan baru hari ke-4 jadinya (produksi tempe), dijual nanti di pasar itu harganya per 250 gram Rp5.000 sepotong, terus kalau di pasar kita jual jadi Rp5.500 atau Rp6.000 besoknya kan marah para pedagang pasar atau masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, mereka mengharapkan pemimpin yang memperhatikan kehidupan pengrajin tahu tempe. “Jangan harga kedelai itu naik setiap hari, tapi paling tidak naiknya sebulan atau paling tidak ya dua minggu sekali lah,” lanjutnya.

“Nah, kami ini ingin memilih calon presiden yang memikirkan hal ini, jadi ada stabilisasi daripada harga, ada kontinuitas daripada keberadaan kedelai, minyak, dan lain sebagainya kebutuhan kami,” imbuh Aip.

Aip mengaku sampai dengan saat ini pihaknya masih belum menentukan siapa capres yang akan didukung Gakoptindo, para anggota masih akan melihat terlebih dahulu statement dari calon-calon yang ada. “Apakah itu dari Ganjar, Prabowo, Anies, ataupun mungkin nanti ada lagi kami nggak tahu. Intinya itu mereka berpihak kepada kami atau enggak,” tegasnya.

Adapun anggota yang tergabung di dalam Gakoptindo, ungkap Aip, lebih kurang terdiri dari 1,5 juta orang.

“Jumlah pengrajin tahu tempe yang terdaftar di dalam database tahun 2008 lalu itu ada lebih kurang sekitar 1,5 juta orang. Data ini dihitung langsung oleh pemerintah, yaitu Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada kala itu,” ungkapnya.

“Sehingga mereka ini semua akan memberikan suaranya kepada siapa presiden yang memikirkan isi perut kami, intinya itu,” pungkas dia. https://knalpotbelah.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*